Tim Akreditasi Rumah Sakit mengikuti kegiatan akreditasi secara daring melalui video conference yang berlangsung di ruang rapat. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen, kepala unit, dan staf terkait untuk memaparkan berbagai dokumen, kebijakan, serta implementasi standar pelayanan rumah sakit kepada surveior.
Melalui proses akreditasi daring ini, rumah sakit menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berkesinambungan. Seluruh peserta mengikuti sesi dengan aktif, melakukan presentasi, diskusi, dan verifikasi dokumen sebagai bagian dari penilaian akreditasi.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya rumah sakit untuk memenuhi standar akreditasi nasional dan mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, bermutu, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.
Peningkatan Kompetensi Petugas dalam Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Penanganan Pasien Berisiko Bunuh Diri
Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembekalan mengenai Pelayanan Kesehatan Jiwa serta Penanganan Pasien dengan Risiko Bunuh Diri kepada tenaga kesehatan dan petugas terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta dalam melakukan deteksi dini, asesmen risiko, komunikasi terapeutik, serta tata laksana yang tepat bagi pasien dengan gangguan kesehatan jiwa maupun pasien yang memiliki risiko bunuh diri.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai standar pelayanan, prosedur penanganan kasus, serta pentingnya kolaborasi antarprofesi dalam memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Diharapkan seluruh petugas mampu meningkatkan kewaspadaan, memberikan dukungan yang tepat, serta menciptakan lingkungan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan kesehatan jiwa masyarakat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi pemaparan materi dan diskusi, sehingga peserta dapat berbagi pengalaman serta memperkuat kompetensi dalam menghadapi berbagai kasus kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pelatihan Service Excellence Tingkatkan Kualitas Pelayanan Prima
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sejumlah pegawai mengikuti kegiatan pelatihan Service Excellence yang diselenggarakan di ruang rapat instansi. Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang memberikan materi mengenai pentingnya komunikasi efektif, sikap profesional, serta penerapan standar pelayanan prima dalam setiap interaksi dengan pengguna layanan.
Peserta tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi yang membahas berbagai strategi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, membangun citra positif organisasi, serta menciptakan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip Service Excellence dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga pelayanan yang diberikan semakin cepat, tepat, ramah, dan berkualitas.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata organisasi dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia serta mewujudkan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berintegritas.
Koordinasi dan Evaluasi Pelayanan CSSD untuk Peningkatan Mutu Layanan
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan sterilisasi alat kesehatan, tim Central Sterile Supply Department (CSSD) mengikuti kegiatan rapat koordinasi dan evaluasi yang dilaksanakan di ruang pertemuan rumah sakit. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen, perwakilan unit pelayanan, serta tim terkait guna membahas standar operasional, keselamatan pasien, dan efektivitas proses sterilisasi.
Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai peningkatan mutu pelayanan, penguatan kerja sama antarunit, serta evaluasi capaian kinerja CSSD. Diskusi interaktif juga dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi serta merumuskan langkah-langkah perbaikan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas CSSD dapat terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan sterilisasi yang aman, efektif, dan sesuai standar, sehingga mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi pasien.
Komite Keperawatan Gelar Rekredensial Perawat dan Bidan PK 2
Surakarta, 3 Juni 2026 – Komite Keperawatan Rumah Sakit Tk. III 04.06.04 Slamet Riyadi melaksanakan kegiatan Rekredensial Perawat dan Bidan PK 2 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan dan pengembangan profesional tenaga keperawatan.
Kegiatan diawali dengan pengarahan kepada peserta mengenai tahapan dan mekanisme rekredensial. Selanjutnya, peserta mengikuti proses penilaian kompetensi melalui telaah dokumen, wawancara, serta uji keterampilan klinis sesuai bidang masing-masing. Penilaian dilakukan oleh tim asesor yang ditunjuk untuk memastikan tenaga keperawatan dan kebidanan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kewenangan klinis yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh perawat dan bidan dapat mempertahankan serta meningkatkan kompetensi profesionalnya sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Rekredensial merupakan salah satu bentuk komitmen Rumah Sakit Tk. III 04.06.04 Slamet Riyadi dalam menjaga standar pelayanan kesehatan serta mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan profesional.
Motto 5S yang terdiri dari Senyum, Sapa, Sopan, Sentuh, dan Sembuh merupakan landasan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan pasien. Motto ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga harus diwujudkan dalam perilaku nyata seluruh tenaga kesehatan dan staf rumah sakit dalam setiap interaksi dengan pasien maupun keluarga pasien.
Senyum adalah langkah awal yang sederhana namun memiliki dampak besar. Senyum yang tulus dari petugas kesehatan mampu memberikan rasa nyaman, menenangkan kecemasan, dan membangun kepercayaan pasien sejak pertama kali datang. Dalam kondisi sakit, pasien seringkali merasa takut dan khawatir, sehingga senyuman menjadi bentuk empati yang mampu menciptakan suasana yang lebih hangat dan bersahabat.
Sapa merupakan bentuk komunikasi awal yang menunjukkan kepedulian dan perhatian. Menyapa pasien dengan ramah, menggunakan bahasa yang santun, serta menyebut nama pasien dengan benar dapat membuat pasien merasa dihargai sebagai individu. Sapa yang baik juga membuka ruang komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dan pasien, sehingga informasi yang dibutuhkan dapat tersampaikan dengan jelas.
Sopan adalah cerminan etika dan profesionalisme dalam pelayanan. Bersikap sopan berarti menghormati pasien tanpa memandang latar belakang, usia, maupun kondisi sosialnya. Sikap ini tercermin dalam tutur kata, bahasa tubuh, serta cara memberikan pelayanan yang tidak terburu-buru dan penuh perhatian. Kesopanan juga menciptakan lingkungan pelayanan yang nyaman dan penuh rasa saling menghargai.
Sentuh memiliki makna yang lebih dalam, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional. Sentuhan yang diberikan dengan penuh empati, seperti membantu pasien, memberikan dukungan, atau sekadar menggenggam tangan pasien, dapat memberikan kekuatan dan ketenangan. Sentuh menunjukkan bahwa tenaga kesehatan hadir tidak hanya sebagai pemberi layanan medis, tetapi juga sebagai pendamping yang peduli terhadap kondisi pasien secara menyeluruh.
Sembuh adalah tujuan utama dari seluruh rangkaian pelayanan. Namun, sembuh tidak hanya dimaknai sebagai pulihnya kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan emosional pasien. Dengan menerapkan prinsip Senyum, Sapa, Sopan, dan Sentuh secara konsisten, proses penyembuhan pasien dapat berjalan lebih optimal karena pasien merasa diperhatikan, dihargai, dan didukung.
Dengan demikian, motto 5S menjadi pedoman penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penerapan nilai-nilai ini secara konsisten akan meningkatkan kepuasan pasien, memperkuat citra positif rumah sakit, serta mendukung terciptanya pelayanan yang berfokus pada kemanusiaan. Motto 5S bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi merupakan budaya kerja yang harus tertanam dalam setiap individu di lingkungan pelayanan kesehatan.
Service Excellent di rumah sakit adalah konsep pelayanan prima yang bertujuan memberikan kepuasan maksimal kepada pasien dengan memenuhi bahkan melampaui harapan mereka. Ini mencakup sikap profesional, ramah, responsif, cepat, dan efisien dari seluruh staf, baik petugas medis maupun non-medis, untuk menciptakan pengalaman yang memuaskan secara medis maupun emosional bagi pasien.
Rumah Sakit Tk.III 04.06.04 Slamet Riyadi dalam rangka pembangunan Zona Integritas memiliki motto yang menjadi slogan dan panduan dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan pelayanan kepada pasien, sehingga bisa menjadikan motivasi dan berpengaruh terhadap budaya kerja Rumah Sakit Tk.III 04.06.04 Slamet Riyadi. Motto Rumah Sakit Tk.III 04.06.04 Slamet Riyadi adalah Senyum, Sapa, Sopan, Sentuh, Sembuh.
Sebagai institusi kesehatan yang berdedikasi tinggi, Rumah Sakit Tk. III Slamet Riyadi Surakarta percaya bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kecanggihan alat medis, tetapi dari senyum dan kepuasan yang dirasakan oleh pasien. Memasuki akhir tahun, kami dengan bangga dan rendah hati mempublikasikan Hasil Survei Kepuasan Pasien.
Sepanjang tahun 2025, RS Tk. III Slamet Riyadi Surakarta terus berkomitmen untuk menjaga integritas dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil survei periodik yang dilakukan pada Triwulan 1 hingga Triwulan 4, Hasil survei ini telah kami transformasikan menjadi instrumen evaluasi internal yang tajam. Setiap unit pelayanan telah diberikan arahan untuk segera melakukan perbaikan teknis berdasarkan masukan spesifik
Publikasi hasil survei ini juga merupakan bentuk apresiasi kami kepada Anda, para pasien dan keluarga, yang telah meluangkan waktu untuk memberikan penilaian objektif. Kerja sama ini memungkinkan kami untuk terus bertumbuh menjadi rumah sakit yang tidak hanya sigap dan disiplin, tetapi juga hangat dan penuh empati.